Thursday, January 29, 2009
Seminggu ini penyakit susah tidur atau yang lebih sering dikenal dengan istilah keren “Insomnia” kembali mampir dalam hidup aku. Seperti hari-hari kemarin, pagi ini pun saat jam dinding menunjukkan angka 04.00, mataku masih tidak bisa tertutup, padahal badan ini sudah sangat lelah apalagi ditambah migren yang belum pergi juga dari tadi siang.
Sebenarnya aku tahu benar apa yang menyebabkan hal ini terjadi, tapi sayangnya aku Cuma bisa menduga penyebabnya tanpa punya kemampuan untuk mengatasinya…atau mungkin aku tahu bagaimana cara mengatasinya tetapi aku tidak cukup kuat untuk mencoba mengatasi semuanya. Jadi kucoba untuk mengikuti nasihat seorang teman, kutulis semua yang ada di dalam pikiranku dan ketika aku mencurahkan semua pikiran, beban dan keresahan yang ada di dalam setiap bagian dari tubuh ini, aku hanya berharap ada sebagian yang ikut keluar juga.
Otak aku rasanya ingin terus berfikir, mencari jawaban dan semua alasan-alasan yang rasional dan dibenarkan oleh moral dan hukum di dunia manapun termasuk dunia akherat, sementara hati ini rasanya terus gelisah dan melontarkan penyangkalan-penyangkalan dari hasil pemikiran si otak.
Otak dan hati memang dua hal yang amat sulit disatukan dalam hal pemahaman dan kerangka berpikir, kadang otak mengharuskan untuk berjalan ke arah kanan dan hati menginginkan untuk berbelok ke arah kiri. Dua arah yang berbeda yang kemungkinan menghasilkan dua tujuan lokasi yang berbeda pula.
Selama ini aku lebih banyak menggunakan hati dalam bertindak, dan mengacuhkan perintah-perintah otak. Selama ini hati lebih banyak mendominasi dan otak lebih banyak diremehkan. Pemikiran yang sederhana, ketika aku ikuti kata hati, maka hasilnya hatiku bahagia….tetapi ketika aku ikuti perintah otak, maka kadang hatiku menangis dan sedih. Dan aku adalah sosok manusia, yang ingin selalu bahagia daripada mengalami kesedihan…
Kembali hari ini pembuktian diri bahwa aku belum cukup dewasa dalam memaknai apa kata hati dan bagaimana menyelaraskan antara keinginan hati dan perintah otak. Sepertinya umur yang semakin bertambah belum juga sejalan dengan pertambahan kedewasaan. Bagaimana mungkin aku masih bisa mempertanyakan dan juga menyesali satu keputusan yang kujalani dari hasil pemikiran otak yang menurut salah seorang sahabat ku, itu adalah keputusan terbaik dan terhebat yang pernah aku ambil.
Apa benar namanya keputusan yang baik dan hebat, kalau hasilnya cuma bisa membuat hati ini menangis dan bersedih?
Betapa sulitnya mengesampingkan apa yang dirasakan oleh hati demi sebuah tujuan mulia dan pemikiran rasional yang dihasilkan oleh otak yang bisa diterima oleh logika berpikir setiap mahkluk Tuhan dari semua aliran kepercayaan-Nya. Apa memang takdirnya di dunia ini bahwa hati memang tidak pernah bisa selaras dengan otak, layaknya matahari dengan bulan, kiri dengan kanan, yin dengan yang ataupun hitam dengan putih?
Aku cuma mau tertawa lepas dan hidup bahagia, aku benci menangis dan hidup dalam kesedihan. Aku cuma mau kehangatan dan kenyamanan, aku benci merasakan dingin dan kesendirian. Aku cuma mau kembali mengikuti keinginan hati bukan logika berpikir dari si Otak….tetapi waktu terus berjalan dan aku tidak punya daya dan kuasa untuk mengembalikan waktu ke saat sebelum semuanya ini dimulai.
Dari sini aku belajar bahwa pengorbanan yang cukup besar adalah SAAT KETIKA AKU HARUS BISA MENGALAHKAN SESUATU YANG KELUAR DARI HATI DAN TIMBUL DARI PERASAAN UNTUK SESUATU HAL YANG LEBIH BISA DITERIMA OLEH AKAL PIKIRAN ORANG LAIN, YANG MUNGKIN BERTENTANGAN DENGAN AKAL PIKIRAN AKU SENDIRI SAAT AKU SEBAGAI PELAKSANANYA UNTUK SESUATU HAL YANG DIYAKINI AKAN MEMBAWA KEBAIKAN BAGI DIRI KU DI MASA DEPAN.





but sis, gw jadi worried ama elo. kesimpulan yang lo tulis di akhir paragraph, malah bikin gw merasa lo bukannya menerima itu semua. tapi malah lo terlihat menyesali pilihan yang telah lo lakuin itu.
sis, pilihan itu penuh dengan konsekuensi. dan ketika lo memilih, sudah satu paket konsekuensinya terhadap otak dan hati. jangan noleh ke belakang sis, lo bakalan semakin sakit. lo pandang ke depan aja, hadapi konsekuensi nya. dan ingat2 buat diri lo ketika lo akan memilih di masa depan. ingat bahwa setiap pilihan ada konsekuensinya untuk otak dan hati lo. apakah otak lo bisa terima dengan konsekuensinya? apakah hati lo bisa terima dengan konsekuensinya?
maju terus sis! gw tahu lo bisa!!!